Twitter Bocor

Beberapa hari yang lalu, baca berita kalau ada bug di Twitter, yang menyebabkan banyak password user yang tidak ter-masking alias kelihatan. Belum ada penyalahgunaan kebocoran tersebut, tapi Twitter menghimbau para user nya untuk segera mengganti password. Dan password di website lain yang menggunakan password sama yang bocor di Twitter. #Dang

bug-twitter

Buat jaga-jaga, sayapun segera ganti password Twitter. Tapi saya baru ingat, kalau banyak akun di website lain yang pakai password sama dengan Twitter. Apa harus diganti satu-satu. Iya kalau jumlahnya sedikit tak masalah. Tapi kalau sampai puluhan. Repot juga!

Kemudian terlintas pikiran untuk pakai password manager saja. Jadi kita kumpulkan data akun + password di website atau layanan apa saja ke dalam satu aplikasi. Dan kita cukup hafalin satu password master untuk buka password manager. Sementara untuk password tiap website bisa kita bikin random via password generator yang ada di dalam password manager. Dan kita bisa pastikan password tiap website berbeda!

Dengan password manager, kita tidak perlu pusing kalau harus dipaksa ganti password (seperti kasus Twitter diatas). Cukup re-generate random password trus simpan di password manager. Selesai. Tidak perlu ganti password di website lain.

Dan dari beberapa riset kecil dan perbandingan antar password manager, pilihan saya jatuh pada KeePass. Karena software ini gratis dan sudah ada aplikasi pendukung di Android. Software ini juga ada pilihan portablenya, cocok buat dipakai di USB flashdisk.

Tertarik mencoba?

Nasehat Sederhana Untuk Pengguna Media Sosial

Hampir setiap orang sekarang memakai media sosial untuk berekspresi. Entah itu lewat facebook, twitter, instagram dll. Sah-sah saja orang mengutarakan suaranya. Tapi akhir-akhir ini media sosial mulai jadi ajang debat kusir, ujaran kebencian yang berbau sara, penyebaran hoax, dan jadi ajang hujat menghujat. 😦

Karena iklim yang mulai tidak sehat, terpaksa saya haru mute beberapa teman, karena status nya yang provokatif. Eneg juga kalau baca time line muncul kata-kata kotor, berita hoax atau hujatan. Tidak sedikit karena kecerobohan mereka dalam berstatus ria, banyak yang harus berurusan dengan hukum.

Sebenarnya ada filter sederhana dalam bermedia sosial, dalam sebuah hadits ada ungkapan “berkatalah yang baik atau diam“. Hadits ini bisa kita terapkan juga lho di dunia media sosial.

Kalau tidak bisa bikin status yang baik (dan benar), lebih baik diam. Kalau tidak bisa berkomentar yang baik, lebih baik diam. Kalau tidak bisa memastikan berita itu benar atau tidak, lebih baik diam dan tidak share.