Nasehat Sederhana Untuk Pengguna Media Sosial

Hampir setiap orang sekarang memakai media sosial untuk berekspresi. Entah itu lewat facebook, twitter, instagram dll. Sah-sah saja orang mengutarakan suaranya. Tapi akhir-akhir ini media sosial mulai jadi ajang debat kusir, ujaran kebencian yang berbau sara, penyebaran hoax, dan jadi ajang hujat menghujat. 😦

Karena iklim yang mulai tidak sehat, terpaksa saya haru mute beberapa teman, karena status nya yang provokatif. Eneg juga kalau baca time line muncul kata-kata kotor, berita hoax atau hujatan. Tidak sedikit karena kecerobohan mereka dalam berstatus ria, banyak yang harus berurusan dengan hukum.

Sebenarnya ada filter sederhana dalam bermedia sosial, dalam sebuah hadits ada ungkapan “berkatalah yang baik atau diam“. Hadits ini bisa kita terapkan juga lho di dunia media sosial.

Kalau tidak bisa bikin status yang baik (dan benar), lebih baik diam. Kalau tidak bisa berkomentar yang baik, lebih baik diam. Kalau tidak bisa memastikan berita itu benar atau tidak, lebih baik diam dan tidak share.

Arti Kegagalan

Tahukah kamu, kalau kegagalan itu hal yang wajar dalam hidup ini. Tidak ada namanya orang sukses terus. Pasti dia pernah gagal. Namun, yang membedakan orang sukses dengan orang bodoh adalah orang sukses selalu menganggap kegagalan sebagai pelajaran hidup yang bermanfaat untuk langkah selanjutnya.

Seperti pepatah orang bijak, “Kegagalah adalah kesuksesan yang tertunda”. Selama kita tetap berusaha, yakinlah kalau kita akan bisa meraih keberhasilan. Bukankah, hukum alam itu habis gelap terbitlah terang. Habis gagal muncul kesuksesan.

Sementara itu orang bodoh, menganggap kegagalan sebagai akhir dari segala-galanya. Dia merasa tidak berdaya dan putus asa! Bagaimana dia bisa maju kalau dia sudah menyerah di tengah jalan kehidupan.

Pilihan ada di tangan kamu. Apakah kamu bisa menikmati kegagalan dan mengambil hikmahnya. Atau menyerah pada keadaan.

Ada quote yang bagus tentang hikmah kegagalan

Kegagalan memberikan LEBIH BANYAK PELAJARAN daripada kesuksesan.

*Be wise. Hidup hanya sekali. Waktu tidak bisa di ulang.

Jangan Menumpuk Tapi Manfaatkanlah

Mengapat kita tidak bahagia? Kenapa kita tidak maju-maju, tapi hanya lari ditempat? Kenapa kita merasa stagnant? jawabannya adalah karena “terlalu banyak menumpuk“. Setiap manusia memiliki ‘kapasitas’ dalam menampung entah itu kekuasaan, ilmu ataupun harta (saya hanya membahas dua hal terakhir saja). Ketika wadah itu sudah penuh, seharusnya kita mulai mengalirkan sebagian isinya kalau kita ingin menerima ilmu baru. Mengalirkan dalam ilmu berarti kita harus memanfaatkan ilmu yang kita peroleh untuk kebaikan. Tidak perlu kita mikir yang tinggi-tinggi. Tidak perlu kita menemukan barang hi-tech. Namun kita bisa coba untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Misal, kalau kita punya skill lebih di bidang pertukangan/mekanik. Mengapa kita tidak coba memperbaiki barang dirumah yang mungkin rusak, sepeda misalnya. Atau bisa juga kita menggunakan kemampuan analisis kita untuk membuat usaha dagang ortu jadi lebih maju. Ingatlah kawan, ilmu itu tidak perlu banyak yang penting bermanfaat.

Demikian juga hal nya dengan harta, semakin banyak menumpuk dan kurang mengeluarkannya, maka perputaran harta kita akan semakin sempit dan stagnant. Mungkin secara nominal kita punya harta banyak karena menumpuk setiap bulan. Namun, harta kita akan tetap segitu-gitunya. Tidak memberikan manfaat lebih. Setelah kita keluarkan untuk kebutuhan pribadi dan menabung secukupnya, alangkah baiknya kalau kita sedekahkan ‘kelebihan’ harta tersebut untuk orang lain. Disamping memberikan manfaat untuk sesama juga akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kita.

Orang Kaya

salju

Orang kaya bukanlah mereka yang punya mobil dan rumah mewah
Orang kaya bukanlah mereka yang punya duit segudang
Orang kaya bukan pula orang yang bisa shopping barang mewah tiap hari
Mereka hanya memiliki kekayaan semu

Orang kaya yang sebenarnya adalah mereka yang merasa cukup dengan pemberian Allah.

Akhir Tahun 2010

Akhir tahun adalah momen yang tepat untuk instropeksi dan meng-audit diri. Akhir tahun bukanlah waktu berhura-hura sampai lupa waktu. Saat itu adalah saat yang tepat bagi diri ini untuk jujur terhadap diri sendiri. Kalau salah katakan salah kalau benar katakan benar. Dan Jangan lupa untuk berdoa agar tahun depan bisa lebih baik.

Selamat tinggal 2010 selamat datang 2011. Semoga lebih baik

Negeri Yang Aneh

Ada sebuah negeri yang aneh
Semuanya serba terbalik

Yang benar di hukum, Yang salah dibebaskan
Yang jujur hancur, Yang licik semakin naik
Yang berzina dibela, Yang nikah malah di hina

Sungguh wajar kalau bencana sering melanda negeri itu
Karena penghuni sudah terlalu bandel

Mudah dan Senang

Dua perkara yang dikejar manusia namun tdk pernah ketemu adalah ingin mudah/istirahat dan ingin senang selamanya. Namun, dua perkara itu hanya akan ditemukan di Surga. Maka kawan, jangan merasa punya keyakinan bahwa di dunia ada tempat istirahat/kemudahan yg selamanya. jangan condong terhadap dunia dan merasa dunia bisa bikin bahagia selamanya