Ampuni Hamba

Ya Allah
Aku hanyalah seorang hamba yang penuh dosa
Aku masih sering terperosok oleh nafsu
Ibadahku juga sering lalai

Tapi engkau senantiasa memberikan kasih sayang-Mu

Sungguh hamba orang yang dzolim
Yang sering lupa bersyukur atas karunia-Mu

Ampuni hamba ya Allah

Advertisements

Gaya Hidup

Kesengsaraan dalam hidup bisa jadi karena gaya hidup mu sendiri.

Gaya hidup yang akan membuatmu bahagia
– Hidup sederhana
– Qonaah (Nrimo ing pandum)
– Aktif

Gaya hidup yang membuatmu susah
– Boros, suka beli ini itu meskipun tidak terlalu butuh
– Suka berhutang, meski tidak dalam himpitan.
– Iri dengan kehidupan orang lain
– Malas

Kamu pilih gaya hidup yang mana?

Jangan Memandang Rendah Orang Lain

Ketika engkau melihat orang lain, jangan pernah memandang rendah kepadanya.
Karena kita tidak pernah tahu akhir hidup seseorang.
Siapa tahu yang dulunya jahat dan pendosa, bisa bertobat dan menjadi orang yang bertakwa di akhir hidupnya.
Siapa tahu orang yang paling alim semasa hidupnya, berakhir dengan kekufuran karena hati yang kotor.

Bencilah perbuatan dosanya, tapi jangan orangnya.

Serba Cepat

Hidup di jaman sekarang itu maunya serba cepat. Mau masak cari yang cepat, masak mie instant. Mau ngopi pingin yang cepat, beli Kopi kalengan. Mau terkenal tapi gak mau kerja keras,  bikin sensasi yang heboh. Mau dapat gelar s2 gak pakai lama, beli ijasah. Mau dapa SIM tanpa perlu pusing tes sana sini, pakai calo. Mau cantik secara instant, pakai operasi plastik. Mau cepat kaya, pilih korupsi. Dll.

Tapi tahukah kamu, bahwa hidup serba cepat itu tidak baik. Artis yang cepat terkenal biasanya cepat tenggelam. Beli ijasah s2 itu hanya menipu diri sendiri dan pada akhirnya akan membawa masalah. Masak mie instant terus menerus hanya memperburuk kesehatan kita. Kalau mau kaya, ya kerja keras. Dan masih banyak lagi.

Mengapa kita tidak mau belajar menikmati proses. Bukankah hidup itu sebuah proses dari satu moment ke moment lainnya. Kalau semua serba cepat, bagaimana kita bisa menikmati hidup.

Lapang Dada

kau harus bisa bisa berlapang dada
kau harus bisa bisa ambil hikmahnya

Sebait lirik dari lagu Sheila on 7 ini mengajak kita untuk belajar berlapang dada terhadap setiap masalah hidup ini. Terkadang tidak semua keinginan kita bisa tercapai. Tapi, yakinlah Allah tahu yang terbaik untuk kita. Kalau kita ingin hidup yang lebih baik, maka bertaubatlah dan perbaiki perilaku kita.

Nikmati Proses

Seringkali kita mengabaikan proses dan lebih fokus hanya pada tujuan akhir saja. Ketika sekolah kita ingin cepat lulus, ketika kecil kita ingin cepat dewasa, saat bekerja kita ingin cepat gajian, dikala diet kita ingin cepat langsing, ingin cepat kaya, ingin cepat sukses dan seterusnya.

Padahal hidup akan lebih bahagia dan bermakna kalau kita bisa menikmati proses. Mindfulness. bukan fokus pada tujuan akhir saja. Bukankah hidup itu sendiri adalah sebuah proses. Sebuah perjalanan menuju alam yang lebih abadi.

Alih-alih fokus pada tujuan akhir lebih baik kita berusaha melakukan apa yang sedang kita kerjakan dengan sebaik-baiknya. Trust me, jika prosesmu baik, hasil akhirmu juga akan baik.