Lampu Emergency LED

Kemarin nyobain beli lampu Matsugi emergency LED yang berbentuk bohlam, 8 Watt 2 buah dan 12 Watt 1 buah. Beli di tokopedia dengan harga 45k untuk yang 8 watt dan 50k untuk yang 12 Watt. Sebenarnya ingin beli di toko, tapi kebetulan stock sedang habis dan tidak ada kepastian kapan bakal re-stock lagi untuk lampu emergencynya.

Ketika dipasang, lumayan terang. Yang 12Watt saya pasang di ruang keluarga sementara yang 8 watt di dapur dan kamar mandi. Tidak semua ruangan saya ganti, hanya ruangan vital saja.

Mengapa ganti emergency LED bentuk lampu? Kenapa tidak coba ukuran besar. Pertimbangan pertama, saya ingin lampu emergency yang praktis dan tidak makan tempat. Kedua, saya sadar kalau lampu emergency lamp tidak bisa bertahan lama, paling 3-5 jam. Namun, saya rasa untuk penerangan darurat menjelang tidur, sudah cukup lah.

Boros Boros Boros

Gila! bulan ini pengeluaran online shopping sampai 1,5juta. Sebagian nggak terlalu urgent banget. Rata-rata kebutuhan tersier. Ada juga yang cuma impulse buying. Duh, lama-lama kegiatan online shoppingku nggak sesuai keperluan. Kalau dibiarkan terus menerus bisa menjadi kebiasaan buruk.

Nampaknya bulan depan perlu moratorium shopping online. Hindari buka website e-commerce!

Beli Galaxy S7

Kemarin, saya putuskan beli hp samsung galaxy s7. Beli di tokopedia, dengan seller yang saya kenal via FJB. Harga lebih mahal sedikit dari seller lainnya. Tapi, after sales seller ini sangat bagus, mau bantuin customer klaim garansi sampai beres. Hal ini sangat membantu untuk yang tinggal di kota kecil dan jauh dari SSC seperti saya.

Well, Ini pertama kalinya saa beli hp premium. Dari semula saya memang berniat memberikan reward tahunan untuk diri sendiri. Dan tahun ini saya pilih galaxy s7. Semoga saja tidak ada masalah dan sesuai dengan ekspektasi.

Naik 200% Lebih!

Sekarang biaya bungkus ulang barang dari luar negeri (eBay) naik drastis, semula 8.000 sekarang menjadi 20.000/item. Gak peduli itu barang kecil atau besar.

Pertama saya sempat kaget dengar ini dari pak pos yang nganterin barang.

Saya: “Kok, naiknya banyak banget pak? Toh bungkus ulang nya cuma di kasih lakban”.
Pak Pos: Iya mas. Saya juga kaget, tadi udah dikomplain sama beberapa orang. Itu sudah jadi aturan baru dari bea cukai”.
Saya: “jadi untuk 4 item yang saya dapat hari ini, harus bayar biaya ulang 80 ribu?!”
Pak Pos: Iya.
Saya: -__-“

Sekarang saya mulai yakin, kalau setiap barang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, meskipun harga dibawah $50, tetap di kenai pajak, cuma pakai istilah halus “bea bungkus ulang”.

FYI, Dulu tahun 2008, barang yang saya beli dengan harga dibawah $50, tidak kena biaya apapun, tidak ada yang namanya biaya bungkus ulang. Beberapa tahun kemudian, mulai kena biaya bungkus ulang 8 ribuan (tepatnya 7.800). Nah, tahun 2016, biaya bungkus ulang melonjak 200% jadi 20 ribu. Ya, kalau bungkus ulangnya bagus, lha ini cuma di kasih lakban (selotip) di bungkus yang disobek petugas bea cukai.

So, yang hobi beli barang dari ebay, jangan lupa dihitung biaya bungkus ulangnya. Apakah worth it beli barang $1 tapi kena biaya 20 ribu?!

Menunggu Galaxy S7

Tahun ini saya ingin upgrade smartphone LG saya ke Samsung Galaxy S7. Ya, saya ingin merasakan bagaimana performa smartphone flagship. Sekaligus ini sebagai self reward. Tidak ada salahnya kan memberikan hadiah untuk diri sendiri.

galaxy s7

Mungkin bagi sebagian orang ini merupakan pemborosan, “toh, hp lama masih fungsi kan?”. Itu ada benarnya, tapi untuk beli galaxy s7 saya pakai cold money. Dananya sudah saya siapkan jauh-jauh hari, jadi tidak ambil dari dana bulanan atau dana darurat.

Saya bukan termasuk early adopter, jadi kemungkinan akan beli s7 pada bulan Agustus 2016, nunggu harga stabil. Disamping itu, untuk batch produksi pertama biasanya masih ada bug nya disana sini. Gak asyik kan beli hp baru, mahal, tapi masih ada bug nya 😐

image by yangcanggih.com

Waspada dengan E-Commerce

Kalau dulu mungkin saya tidak terlalu khawatir ketika browsing di toko online (e-commerce). Saya bisa browsing lihat barang dengan tenang. Tetapi sekarang sudah mulai berbahaya. Ya. berbahaya bagi isi rekening!. Gimana tidak bahaya, ketika ada barang menarik, tangan langsung reflek add to cart. Sejurus kemudian buka internet banking dan melakukan pembayaran. Duh…

Mulai sekarang, kalau lagi ‘bengong’ di dunia maya hindari browsing di marketplace seperti tokopedia, bukalapak, ebay, aliexpress atau toko online kayak zalora, banggood. Soalnya kalau kelamaan ditempat itu bawaannya pingin beli terus, lama-lama bisa bangkrut!. Lebih baik baca-baca di website bagus.