Daripada Bersedih

Saat sendiri, banyak sekali pikiran yang berlalu lalang di otak. Bagi sebagian orang sendiri bisa menjadi waktu refleksi diri. Merenungkan apa yang telah dicapai, apa yang perlu diperbaiki. Namun, bagi sebagian orang kesendirian, menjadi hal yang menakutkan. Pikiran-pikiran ‘buruk’ sering hadir saat sepi. Entah itu rasa putus asa, loneliness, depressi, hampa, dll.

Daripada bersedih lebih baik kalau dipakai buat BERDZIKIR atau SHOLAWATAN. Bisa menambah bekal saat mati nanti. Tak usah terlalu sedih dengan harta, tahta, dan wanita. Karena semuanya tidak akan di bawa mati.

Advertisements

Question of Life?

Kalau kamu ingin hidup yang lebih baik. Belajarlah untuk sadar dengan apa yang SEDANG kamu lakukan. Jangan biarkan pikiran mu berkelana kesana kemari.

Saat kamu beraktivitas. Tanyakan pada hati nuranimu “apakah yang kulakukan ini baik dan bermanfaat?” Kalau iya. lakukan. Kalau ragu. berhenti dan renungkan. Kalau tidak, segera tinggalkan dan istighfar.

Media Sosial (Medsos)

Medsos itu tempat pamer (riya) bagi yang sukses, dan tempat nge-galau bagi yang gagal.
Medsos itu tempat ghibah berjamaah, caci maki, dan hoax

Tapi, kadang medsos juga bisa berguna. Sebagai media sharing informasi terutama berita lokal yang tidak tercover media massa. Hanya saja prosentase manfaatnya lebih kecil daripada mudhorotnya. 10:90.

Hati-hati dalam ber-medsos. Unggah yang baik atau diam.

Ghibah

Apa itu Ghibah?
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim)

Bahaya Ghibah
“Tahukah kalian siapakan orang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab,” Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama sekali.” Bersabda Beliau saw,” Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang di hari Kiamat nanti dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa dosa mencaci si anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan diberikan kepada mereka yang ia zalimi. Jika kebaikannya sudah habis padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa-dosa mereka lah yang akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).

Nasehat Sederhana Untuk Pengguna Media Sosial

Hampir setiap orang sekarang memakai media sosial untuk berekspresi. Entah itu lewat facebook, twitter, instagram dll. Sah-sah saja orang mengutarakan suaranya. Tapi akhir-akhir ini media sosial mulai jadi ajang debat kusir, ujaran kebencian yang berbau sara, penyebaran hoax, dan jadi ajang hujat menghujat. šŸ˜¦

Karena iklim yang mulai tidak sehat, terpaksa saya haru mute beberapa teman, karena status nya yang provokatif. Eneg juga kalau baca time line muncul kata-kata kotor, berita hoax atau hujatan. Tidak sedikit karena kecerobohan mereka dalam berstatus ria, banyak yang harus berurusan dengan hukum.

Sebenarnya ada filter sederhana dalam bermedia sosial, dalam sebuah hadits ada ungkapan “berkatalah yang baik atau diam“. Hadits ini bisa kita terapkan juga lho di dunia media sosial.

Kalau tidak bisa bikin status yang baik (dan benar), lebih baik diam. Kalau tidak bisa berkomentar yang baik, lebih baik diam. Kalau tidak bisa memastikan berita itu benar atau tidak, lebih baik diam dan tidak share.

Stop Baca Komentar

Satu hal yang berusaha saya tekan kan pada diri sendiri ketika mampir di portal berita adalah JANGAN BACA KOLOM KOMENTAR. Memangnya kenapa? Karena sering kali saya menemui segelintir orang yang berkomentar tanpa SOPAN SANTUN. Hal ini sering membuat hati saya sedih dan miris. Apakah budaya timur bangsa kita yang terkenal ramah dan santun sudah mulai luntur?

Kita boleh mengutarakan pendapat, tidak ada yang melarang. Tapi akhlak dan adab harus tetap di jaga. Janganlah komentar kasar kita menjadi penambah dosa. Na’udzubillah min dzalik.

Gaya Hidup

KesengsaraanĀ dalam hidup bisa jadi karena gaya hidup mu sendiri.

Gaya hidup yang akan membuatmu bahagia
– Hidup sederhana
– Qonaah (Nrimo ing pandum)
– Aktif

Gaya hidup yang membuatmu susah
– Boros, suka beli ini itu meskipun tidak terlalu butuh
– Suka berhutang, meski tidak dalam himpitan.
– Iri dengan kehidupan orang lain
– Malas

Kamu pilih gaya hidup yang mana?