The Law Of Practice

The law of practice is that we become good at whatever we practiced, whether it’s positive or negative

Setiap hari kita menggunakan energi untuk melakukan sesuatu yang secara tidak sadar kita lakukan berulang-ulang. Sesuai dengan hukum ‘practice’, kita akan jadi mahir melakukan sesuatu yang diulang-ulang setiap hari. Tidak peduli itu baik atau buruk.

Misal, kita setiap hari malas. Maka sadar atau tidak sadar kita akan mahir untuk malas. Alangkah sayangnya, kalau kita menyia-nyiakan sumber daya kita yang terbatas yakni WAKTU.

Sebenarnya banyak, hal-hal positif yang ringan yang bisa jadi bekal untuk ke depan misal deep breath 3 menit atau baca sholawat 100x atau kalau nggak ada ide, TIDUR lebih baik dari pada melakukan hal-hal yang negatif.

Investasi yang Tidak pernah Rugi

Tahukah kamu, investasi yang tidak pernah rugi? Bahkan sampai mati pun kamu masih bisa menerima keuntungannnya. Hah. sampai mati! emang orang mati masih mikir investasi?

Yup. Investasi itu bernama shodaqoh Jariyah. Karena itulah harta kita sebenarnya. Yang masih terbawa ke alam kubur. Yang dapat memadamkan siksa kubur. Sedangkan rumah, deposito, emas, saham dan tanah; tidak akan pernah kita bawa. Mungkin bisa jadi hanya jadi rebutan ahli waris kita.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)

Apa itu sedekah jariyah?
Sedekah jariyah adalah memberikan harta/benda untuk kepentingan umum yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus denganniat ikhlas semata-mata karena Allah SWT. seperti waqaf sumur, pembangunan musholla, masjid, madrasah, jalan, wakaf al quran, rumah sakit, panti asuhan dll. Selama masih bermanfaat bagi orang lain, insya Allah pahala tetap mengalir.

Yuk rajin ber-amal jariyah! jangan hanya sibuk berinvestasi dunia saja.

Daripada Bersedih

Saat sendiri, banyak sekali pikiran yang berlalu lalang di otak. Bagi sebagian orang sendiri bisa menjadi waktu refleksi diri. Merenungkan apa yang telah dicapai, apa yang perlu diperbaiki. Namun, bagi sebagian orang kesendirian, menjadi hal yang menakutkan. Pikiran-pikiran ‘buruk’ sering hadir saat sepi. Entah itu rasa putus asa, loneliness, depressi, hampa, dll.

Daripada bersedih lebih baik kalau dipakai buat BERDZIKIR atau SHOLAWATAN. Bisa menambah bekal saat mati nanti. Tak usah terlalu sedih dengan harta, tahta, dan wanita. Karena semuanya tidak akan di bawa mati.

Question of Life?

Kalau kamu ingin hidup yang lebih baik. Belajarlah untuk sadar dengan apa yang SEDANG kamu lakukan. Jangan biarkan pikiran mu berkelana kesana kemari.

Saat kamu beraktivitas. Tanyakan pada hati nuranimu “apakah yang kulakukan ini baik dan bermanfaat?” Kalau iya. lakukan. Kalau ragu. berhenti dan renungkan. Kalau tidak, segera tinggalkan dan istighfar.

Media Sosial (Medsos)

Medsos itu tempat pamer (riya) bagi yang sukses, dan tempat nge-galau bagi yang gagal.
Medsos itu tempat ghibah berjamaah, caci maki, dan hoax

Tapi, kadang medsos juga bisa berguna. Sebagai media sharing informasi terutama berita lokal yang tidak tercover media massa. Hanya saja prosentase manfaatnya lebih kecil daripada mudhorotnya. 10:90.

Hati-hati dalam ber-medsos. Unggah yang baik atau diam.

Ghibah

Apa itu Ghibah?
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim)

Bahaya Ghibah
“Tahukah kalian siapakan orang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab,” Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama sekali.” Bersabda Beliau saw,” Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang di hari Kiamat nanti dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa dosa mencaci si anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan diberikan kepada mereka yang ia zalimi. Jika kebaikannya sudah habis padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa-dosa mereka lah yang akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).