Nasehat Sederhana Untuk Pengguna Media Sosial

Hampir setiap orang sekarang memakai media sosial untuk berekspresi. Entah itu lewat facebook, twitter, instagram dll. Sah-sah saja orang mengutarakan suaranya. Tapi akhir-akhir ini media sosial mulai jadi ajang debat kusir, ujaran kebencian yang berbau sara, penyebaran hoax, dan jadi ajang hujat menghujat. šŸ˜¦

Karena iklim yang mulai tidak sehat, terpaksa saya haru mute beberapa teman, karena status nya yang provokatif. Eneg juga kalau baca time line muncul kata-kata kotor, berita hoax atau hujatan. Tidak sedikit karena kecerobohan mereka dalam berstatus ria, banyak yang harus berurusan dengan hukum.

Sebenarnya ada filter sederhana dalam bermedia sosial, dalam sebuah hadits ada ungkapan “berkatalah yang baik atau diam“. Hadits ini bisa kita terapkan juga lho di dunia media sosial.

Kalau tidak bisa bikin status yang baik (dan benar), lebih baik diam. Kalau tidak bisa berkomentar yang baik, lebih baik diam. Kalau tidak bisa memastikan berita itu benar atau tidak, lebih baik diam dan tidak share.

Stop Baca Komentar

Satu hal yang berusaha saya tekan kan pada diri sendiri ketika mampir di portal berita adalah JANGAN BACA KOLOM KOMENTAR. Memangnya kenapa? Karena sering kali saya menemui segelintir orang yang berkomentar tanpa SOPAN SANTUN. Hal ini sering membuat hati saya sedih dan miris. Apakah budaya timur bangsa kita yang terkenal ramah dan santun sudah mulai luntur?

Kita boleh mengutarakan pendapat, tidak ada yang melarang. Tapi akhlak dan adab harus tetap di jaga. Janganlah komentar kasar kita menjadi penambah dosa. Na’udzubillah min dzalik.

Gaya Hidup

KesengsaraanĀ dalam hidup bisa jadi karena gaya hidup mu sendiri.

Gaya hidup yang akan membuatmu bahagia
– Hidup sederhana
– Qonaah (Nrimo ing pandum)
– Aktif

Gaya hidup yang membuatmu susah
– Boros, suka beli ini itu meskipun tidak terlalu butuh
– Suka berhutang, meski tidak dalam himpitan.
– Iri dengan kehidupan orang lain
– Malas

Kamu pilih gaya hidup yang mana?

Jangan Memandang Rendah Orang Lain

Ketika engkau melihat orang lain, jangan pernah memandang rendah kepadanya.
Karena kita tidak pernah tahu akhir hidup seseorang.
Siapa tahu yang dulunya jahat dan pendosa, bisa bertobat dan menjadi orang yang bertakwa di akhir hidupnya.
Siapa tahu orang yang paling alim semasa hidupnya, berakhir dengan kekufuran karena hati yang kotor.

Bencilah perbuatan dosanya, tapi jangan orangnya.

Waspada dengan E-Commerce

Kalau dulu mungkin saya tidak terlalu khawatir ketika browsing di toko online (e-commerce). Saya bisa browsing lihat barang dengan tenang. Tetapi sekarang sudah mulai berbahaya. Ya. berbahaya bagi isi rekening!. Gimana tidak bahaya, ketika ada barang menarik, tangan langsung reflek add to cart. Sejurus kemudian buka internet banking dan melakukan pembayaran. Duh…

Mulai sekarang, kalau lagi ‘bengong’ di dunia maya hindari browsing di marketplace seperti tokopedia, bukalapak, ebay, aliexpress atau toko online kayak zalora, banggood. Soalnya kalau kelamaan ditempat itu bawaannya pingin beli terus, lama-lama bisa bangkrut!. Lebih baik baca-baca di website bagus.