Dana Darurat

Dana darurat adalah uang cash yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk kebutuhan mendesak (urget). Karena sifatnya harus bisa diakses secepatnya, dana darurat harus berupa cash kalau pun dalam bentuk tabungan harus yang liquid (bisa di tarik via atm secepatnya). Tapi, kalau saya pribadi lebih suka kalau dana darurat berupa cash.

Sebelum kamu berpikir untuk investasi atau beli asuransi, pastikan kamu sudah punya dana darurat terlebih dahulu. Karena dana darurat bisa juga sebagai buffer untuk investasimu. Jadi, saat ada kejadian mendesak dan butuh uang, kamu tidak perlu mengorbankan investasimu, cukup gunakan dana darurat.

Berapa jumlah ideal Dana Darurat

Besarnya dana darurat itu 12x pengeluaran bulanan. Tapi ada juga yang pakai rumus 6x pengeluaran bulanan. Tidak ada rumus baku, disesuaikan saja dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Yang penting jangan terlalu besar tapi juga jangan terlalu kecil. Kalau saya pribadi, pakai rumus 12x pengeluaran bulanan.

Kegunaan Dana Darurat

Dana darurat hanya bisa digunakan untuk hal-hal yang penting seperti uang masuk rumah sakit, perbaikan kendaraan, perbaikan rumah (misal atap bocor, pipa bocor), bayar sekolah anak yang sifatnya segera, biaya hidup saat kita terkena PHK. Dana darurat tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif seperti beli hp, kredit motor, DP rumah.

Karena dana darurat itu penting, usahakan setelah terpakai, segera isi kembali. Misal habis dipakai untuk bayar rumah sakit, segera sisihkan sebagian income untuk mengisi dana darurat (kalau perlu stop dulu menabung dan investasi).

Advertisements

Budget Jebol Lagi

Gila! kegiatan shopping ku bulan ini tak terkontrol. Budget bulanan, habis tak bersisa, bahkan sampai minus -900k!. Yang bikin nyesek, ada beberapa item yang gak fungsi sebagaimana mestinya. Contoh, beli external sound card tapi line in gak bisa berfungsi. Alhasil nggak bisa rekaman ke laptop. Duh, begini kalau riset barangnya belum lengkap. Terlalu tergesa-gesa beli #impulse buying.

List item yang gak terlalu butuh
1. USB wifi modul (wifi di laptop masih normal, belum urget beli)
2. HDD external 1TB (Hdd ext lama masih sisa space banyak)
3. USB sound card (gak fungsi maksimal)

Bulan depan perlu moratorium shopping online untuk item yang gak urgent. Stop buka tokopedia, FB, dan bukalapak. Jangan lupa blok email promo dari toko online!

Mencegah Pengeluaran Naik Ketika Gaji Naik

Mungkin kamu pernah dengar ungkapan bahwa semakin besar pendapatan seseorang maka pengeluarannya pun akan semakin besar. Kalau kamu sedang merasa seperti itu, dimana kamu dapat kenaikan gaji eh.. lha kok pengeluaran ikut naik. Sehingga cashflow nya jadi pas-pas an juga. Maka kamu perlu review ulang strategi budgeting kamu. Seharusnya kan kalau gaji naik, sisa duit untuk di tabung yang ikut naik, bukan malah pengeluaran yang naik.

Kalau saya pribadi untuk pengeluaran saya tidak pakai prosentase pendapatan. Tapi fixed budget. Misal 1,5 juta/bulan untuk pengeluaran rutin bulanan. Bukan 30% / 50% dari pendapatan. Kalau pakai prosentase, maka gaya hidup kamu bakal naik karena merasa budget bulanan naik seiring kenaikan pendapatan.

Namun, kamu masih tetap bisa menerapkan prosentase budgeting untuk hal lain misal, investasi, menabung, sosial dll. Khusus untuk pengeluaran rutin bulanan, wajib pakai fixed budget.

Belajar Mengatur Keuangan Dengan Software YNAB

Mulai hari ini, saya sedang belajar mengatur keuangan pribadi dengan bantuan software YNAB (You Need a Budget). Mengapa saya pilih software ini? Karena software YNAB sudah support auto sync via dropbox. Jadi bisa di akses dari laptop, smartphone (android dan ios), tablet secara real time.

YNAB

Software ini menggunakan metode “amplop”. Dengan metode ini, gaji yang kita terima langsung di bagi ke dalam pos-pos yang telah ditentukan. Misal pos “makan”,”belanja bulanan”,”hiburan”. Jadi, saat mau beli/belanja sesuatu kita tidak lagi lihat berapa income kita lagi. Tapi lihat dana di pos tersebut.

Karena kalau kita terbiasa lihat income saat belanja, pasti bawaannya tidak terkendali…(pengalaman pribadi hehe). Merasa masih punya uang sisa banyak. Contoh gaji 5 juta, trus kita mau beli sepatu, 1 juta. Dalam pikiran kita, ah masih sisa 4 juta masih banyak. Tapi kita lupa kalau kita harus bayar cicilan kartu kredit, bayar kost, biaya transport, uang makan 1 bulan, bayar hutang ke teman dll. Nah lho.. cukup nggak tuh sisanya?!

O ya, YNAB menggunakan 4 aturan dasar dalam mengelola uang kita.

1. Semua Gaji harus dihabiskan dalam pos-pos yang telah ditentukan. Tidak boleh sisa. “Dihabiskan” disini bukan berarti di buat beli ini itu yang konsumtif lho. Tapi dimasukkan ke dalam pos kebutuhan kita baik konsumsi, saving, cicilan, dll.

2. Selalu sisihkan dana per bulan untuk kebutuhan besar. Misal, bulan Agustus jatuh tempo bayar kontrakan sebesar 8 juta. Nah biar tidak berat, kamu harus mulai menyiapkan dari bulan jauh sebelumnya. Misal kalau dari Januari, maka perbulan income/gaji sebesar 1 juta harus masuk ke pos “kontrakan”.

3. Kalau ada pos yang over spend, kamu tidak perlu sedih. Itu wajar. Cukup ambil dari pos lainnya biar budget tetap seimbang. Misal belanja bulanan di perkirakan habis 400rb. Tapi kenyataannya habis 475rb. Nah kekurangan 75 ribu bisa kita ambil dari pos “fashion”, misalnya. Kalau pun kita tidak mau meng-adjust nya ya tidak masalah. Maka, YNAB akan otomatis menganggap kita hutan untuk budget bulan berikutnya sebesar 75ribu.

4. Gaji bulan ini untuk budget bulan depan. Biasanya kita pakai gaji bulan ini untuk kebutuhan bulan ini juga. Nah YNAB menggunakan pendekatan bahwa gaji bulan ini di pakai untuk budget bulan depan. Jadi kita sudah ada persiapan untuk bulan depan.

Harga software ini lumayan terasa dikantong, $60. Tapi kamu bisa coba trial 34 hari dulu, kalau cocok baru beli tapi kalau nggak yang dicancel saja. Semoga bulan ini cashflow bisa terkontrol dengan baik. Syukur-sukur gak sampai minus hehe.