Daripada Bersedih

Saat sendiri, banyak sekali pikiran yang berlalu lalang di otak. Bagi sebagian orang sendiri bisa menjadi waktu refleksi diri. Merenungkan apa yang telah dicapai, apa yang perlu diperbaiki. Namun, bagi sebagian orang kesendirian, menjadi hal yang menakutkan. Pikiran-pikiran ‘buruk’ sering hadir saat sepi. Entah itu rasa putus asa, loneliness, depressi, hampa, dll.

Daripada bersedih lebih baik kalau dipakai buat BERDZIKIR atau SHOLAWATAN. Bisa menambah bekal saat mati nanti. Tak usah terlalu sedih dengan harta, tahta, dan wanita. Karena semuanya tidak akan di bawa mati.

Advertisements

Question of Life?

Kalau kamu ingin hidup yang lebih baik. Belajarlah untuk sadar dengan apa yang SEDANG kamu lakukan. Jangan biarkan pikiran mu berkelana kesana kemari.

Saat kamu beraktivitas. Tanyakan pada hati nuranimu “apakah yang kulakukan ini baik dan bermanfaat?” Kalau iya. lakukan. Kalau ragu. berhenti dan renungkan. Kalau tidak, segera tinggalkan dan istighfar.

Lebih Dulu Mana, Taat atau Ikhlas?

Ada sebagian orang yang berdalih apa gunanya ibadah banyak kalau tidak ikhlas? itu memang benar ibadah harus disertai ikhlas. Tapi jangan sampai ketakutan kita tidak bisa ikhlas menjadikan kita tidak melakukan ibadah tersebut. Karena tujuan akhir dari godaan setan adalah membuat kita tidak melakukan ibadah/kebaikan.

Kalau saat ini belum bisa benar-benar ikhlas, lakukan saja ibadah itu semampu mu. Mungkin di awal-awal akan muncul rasa ujub atau riya. Tidak mengapa. Lakukan saja terus menerus. Insya Allah, lama-lama kita bisa menjadi ikhlas.

Jadi, Taatlah lebih dulu. Jangan menunggu bisa ikhlas untuk menjadi taat.

Ghibah

Apa itu Ghibah?
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim)

Bahaya Ghibah
“Tahukah kalian siapakan orang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab,” Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama sekali.” Bersabda Beliau saw,” Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang di hari Kiamat nanti dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa dosa mencaci si anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan diberikan kepada mereka yang ia zalimi. Jika kebaikannya sudah habis padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa-dosa mereka lah yang akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).

Daily Victory

Hari ini aku bisa berkata ‘menang’, kalau aku tidak terjebak impulse buying dan bisa sholat isya di awal waktu. That’s it. Cuma dua hal itu yang akan membuat hariku terasa lebih baik. Meskipun biasa, tapi bagiku itu butuh perjuangan. Terutama dengan kondisi lingkungan saat ini.

Musim Paceklik?

Nampaknya tahun ini bakal jadi tahun berat bagi usahaku. Di bulan awal saja, performa-nya turun drastis. Apakah aku harus tetap bertahan atau ganti arah?

Kondisi seperti ini mirip dengan tahun 2010. Dimana performa usaha tidak ada perubahan. Dan apa yang kulakukan? Akhirnya aku mencoba usaha baru, namun masih berhubungan dengan usaha lama. Dan hasilnya, cukup bagus.

Mungkin, aku harus mencoba bertahan sampai bulan ke 4. Kalau tidak ada perubahan, tidak ada salahnya untuk ganti arah (lagi).

Akhir 2017

Blog wordpress sudah turun salju. Pertanda Akhir tahun sudah menyapa. Bagaimana progress tahun 2017 mu kawan? Apakah rencana hidupmu sudah banyak yang terealisasi. Ataukah lagi-lagi hanya berlalu seperti tahun sebelumnya?

Ada beberapa pencapaian, tapi masih banyak PR yang terbengkalai salah satunya ‘belajar nrimo ing pandhum’. Progress nya naik turun euy. Walau belum maksimal, proses belajar harus tetap terjaga bro. It’s the most important skill to live.

Impulse buying masih jadi ‘momok’ yang belum bisa dihilangkan. Masih sering tergoda oleh pernak pernik unik di toko online.

Minimalist life style juga masih sebatas tekad. Belum terealisasi. #argh

Di tahun ini, kegiatan positif “random act of kindness” masih terus dilakukan. Alhamdulillah.

Semoga tahun 2018, lebih baik lagi.