Dzikir, Obat Jiwa Yang Kosong

Kenapa hati menjadi gelisah, tidak tenang, kosong, kering, hampa, bingung? Karena kita kurang berdzikir. Makanan hati/jiwa/ruh itu adalah dzikir.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

 

 

Investasi yang Tidak pernah Rugi

Tahukah kamu, investasi yang tidak pernah rugi? Bahkan sampai mati pun kamu masih bisa menerima keuntungannnya. Hah. sampai mati! emang orang mati masih mikir investasi?

Yup. Investasi itu bernama shodaqoh Jariyah. Karena itulah harta kita sebenarnya. Yang masih terbawa ke alam kubur. Yang dapat memadamkan siksa kubur. Sedangkan rumah, deposito, emas, saham dan tanah; tidak akan pernah kita bawa. Mungkin bisa jadi hanya jadi rebutan ahli waris kita.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)

Apa itu sedekah jariyah?
Sedekah jariyah adalah memberikan harta/benda untuk kepentingan umum yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus denganniat ikhlas semata-mata karena Allah SWT. seperti waqaf sumur, pembangunan musholla, masjid, madrasah, jalan, wakaf al quran, rumah sakit, panti asuhan dll. Selama masih bermanfaat bagi orang lain, insya Allah pahala tetap mengalir.

Yuk rajin ber-amal jariyah! jangan hanya sibuk berinvestasi dunia saja.

Lebih Dulu Mana, Taat atau Ikhlas?

Ada sebagian orang yang berdalih apa gunanya ibadah banyak kalau tidak ikhlas? itu memang benar ibadah harus disertai ikhlas. Tapi jangan sampai ketakutan kita tidak bisa ikhlas menjadikan kita tidak melakukan ibadah tersebut. Karena tujuan akhir dari godaan setan adalah membuat kita tidak melakukan ibadah/kebaikan.

Kalau saat ini belum bisa benar-benar ikhlas, lakukan saja ibadah itu semampu mu. Mungkin di awal-awal akan muncul rasa ujub atau riya. Tidak mengapa. Lakukan saja terus menerus. Insya Allah, lama-lama kita bisa menjadi ikhlas.

Jadi, Taatlah lebih dulu. Jangan menunggu bisa ikhlas untuk menjadi taat.

Ghibah

Apa itu Ghibah?
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim)

Bahaya Ghibah
“Tahukah kalian siapakan orang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab,” Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama sekali.” Bersabda Beliau saw,” Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang di hari Kiamat nanti dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa dosa mencaci si anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan diberikan kepada mereka yang ia zalimi. Jika kebaikannya sudah habis padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa-dosa mereka lah yang akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).

Doa Sholat Dhuha

Doa khusus setelah sholat dhuha.

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allâhumma innad dhuhaâ’a dhuhaâ’uka, wal bahaâ’a bahaâ’uka, wal jamaâla jamaâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allâhumma in kaâna rizqiî fis samâ’i, fa anzilhu. Wa in kaâna fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kaâna mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kâna haraâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba‘iidan, fa qarribhu bi haqqi dhuhâa’ika, wa bahaâ’ika, wa jamaâlika, wa quwwatika, wa qudratika. Âatiniî mâa âataita ‘ibâadakas shoolihîin.

Artinya, “Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

src

Doa Itu Pasti Terkabul

Setiap doa itu pasti terkabul. Tapi, kapan dikabulkannya itu hak Allah. Bisa cepat, bisa ditunda dulu, bisa juga diganti dengan yang lebih baik. Atau bisa juga nanti di Akhirat.

Tertundanya pemberian setelah engkau mengulang-ulang permintaan, janganlah membuatmu patah harapan. Allah SWT menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Allah pilih buatmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Allah kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan – alhikam, ibnu ‘Athailah