Budget Jebol Lagi

Gila! kegiatan shopping ku bulan ini tak terkontrol. Budget bulanan, habis tak bersisa, bahkan sampai minus -900k!. Yang bikin nyesek, ada beberapa item yang gak fungsi sebagaimana mestinya. Contoh, beli external sound card tapi line in gak bisa berfungsi. Alhasil nggak bisa rekaman ke laptop. Duh, begini kalau riset barangnya belum lengkap. Terlalu tergesa-gesa beli #impulse buying.

List item yang gak terlalu butuh
1. USB wifi modul (wifi di laptop masih normal, belum urget beli)
2. HDD external 1TB (Hdd ext lama masih sisa space banyak)
3. USB sound card (gak fungsi maksimal)

Bulan depan perlu moratorium shopping online untuk item yang gak urgent. Stop buka tokopedia, FB, dan bukalapak. Jangan lupa blok email promo dari toko online!

Ampuni Hamba

Ya Allah
Aku hanyalah seorang hamba yang penuh dosa
Aku masih sering terperosok oleh nafsu
Ibadahku juga sering lalai

Tapi engkau senantiasa memberikan kasih sayang-Mu

Sungguh hamba orang yang dzolim
Yang sering lupa bersyukur atas karunia-Mu

Ampuni hamba ya Allah

KODE KESALAHAN BBR00Q2 BRI

Pagi-pagi sudah dibikin kecewa oleh Bank BRI. Ketika mau login internet banking nya, eh tahu tahu… muncul KODE KESALAHAN BBR00Q2 (User ID Terblokir). Selama beberapa tahun jadi nasabah baru kali ini kena error seperti itu. Di bawah tulisan error, ada perintah untuk menghubungi call center BRI, “Silakan hubungi Call Center BRI di 14017, 62-21-500017 atau 62-21-57987400 dengan menyebutkan kode kesalahan yang tertulis pada sebelah atas layar pesan kesalahan.

internet banking BRI terblokir

Langsung saya coba call BRI center di 021-57987400 via HP. Setelah terhubung dengan petugas call center, saya penasaran kenapa ID ibanking saya bisa terblokir. Selama ini saya selalu akses via internet rumah dan tidak pernah akses via internet publik. Apakah akun saya di hacked?

Si mbak nya tanya, “kapan terakhir login ke iBanking?”, saya jawab “kalau nggak salah “2-3 bulan yang lalu, mbak?”. Kemudiah petugasnya bilang, “sekarang kalau tidak login selama 45 hari, akun akan otomatis terblokir (error BBR00Q2)!. Dan nasabah hanya bisa MEMBUKA BLOKIR di kantor cabang Bri terdekat“.

“Apa tidak bisa di buka/reset/diaktifkan dari pusat, mbak?” tanyaku. “Tidak bisa Pak, bapak harus datang ke kantor cabang BRI terdekat”.

Weleh… ribet banget aturan internet banking BRI. Kok bisa-bisanya ID terblokir tanpa ada pemberitahuan dulu. Kenapa tidak kasih info via sms atau email, kalau ID bakal terblokir kalau tidak login. Dan seharusnya untuk reset ID bisa dilakukan dari pusat. Tak perlu harus ke kantor cabang. Merepotkan nasabah saja!¬†*#ibBRIribet

Lampu Emergency LED

Kemarin nyobain beli lampu Matsugi emergency LED yang berbentuk bohlam, 8 Watt 2 buah dan 12 Watt 1 buah. Beli di tokopedia dengan harga 45k untuk yang 8 watt dan 50k untuk yang 12 Watt. Sebenarnya ingin beli di toko, tapi kebetulan stock sedang habis dan tidak ada kepastian kapan bakal re-stock lagi untuk lampu emergencynya.

Ketika dipasang, lumayan terang. Yang 12Watt saya pasang di ruang keluarga sementara yang 8 watt di dapur dan kamar mandi. Tidak semua ruangan saya ganti, hanya ruangan vital saja.

Mengapa ganti emergency LED bentuk lampu? Kenapa tidak coba ukuran besar. Pertimbangan pertama, saya ingin lampu emergency yang praktis dan tidak makan tempat. Kedua, saya sadar kalau lampu emergency lamp tidak bisa bertahan lama, paling 3-5 jam. Namun, saya rasa untuk penerangan darurat menjelang tidur, sudah cukup lah.

Stop Baca Komentar

Satu hal yang berusaha saya tekan kan pada diri sendiri ketika mampir di portal berita adalah JANGAN BACA KOLOM KOMENTAR. Memangnya kenapa? Karena sering kali saya menemui segelintir orang yang berkomentar tanpa SOPAN SANTUN. Hal ini sering membuat hati saya sedih dan miris. Apakah budaya timur bangsa kita yang terkenal ramah dan santun sudah mulai luntur?

Kita boleh mengutarakan pendapat, tidak ada yang melarang. Tapi akhlak dan adab harus tetap di jaga. Janganlah komentar kasar kita menjadi penambah dosa. Na’udzubillah min dzalik.

Noise di Facebook

Beberapa hari ini saya mulai pakai Facebook lagi. Karena beberapa teman seperjuangan aktif di group FB.

Saya pakai akun baru bukan akun lama. Karena akun lama sudah terlalu overwhelming. Saya ingin lebih selektif meng-add teman. Hanya teman yang saya kenal secara offline dan akrab. Saya ingin akun FB baru ini memberikan manfaat seperti media berbagi informasi jelas, humor santun, ataupun artikel life improvement.

Namun, satu yang bikin BT facebook an. Terlalu banyak noise yang cukup menjengkelkan di news feed. Bahkan lebih parah daripada FB tahun 2009-an. Terutama sharing berita-berita yang cenderung provokatif, pakai memakai sumber tak jelas dan juga banyak yang hoax. Banyak teman yang asal sharing, tanpa cek dulu berita itu benar atau tidak. Duh…

Untuk menghindari efek negatif bagi otak. Terpaksa banyak teman provokatif yang saya ‘mute’. Biar post nya tidak muncul di timeline.

“Kalau kamu ingin output positif, maka input pun harus positif”. Kalau kamu ingin bisa berpikir positif, maka berilah ‘makan’ pada otakmu, informasi yang positif pula!

NB: Mute pada FB tidak sama dengan unfriend. kita hanya memblok status teman, tanpa perlu mendelete pertemanan.