Jangan Putus Asa Dari Ampunan Allah

Dalam sebuah Hadist Qudsi disebutkan :
1]. “Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa pada malam dan siang hari, sedang Aku mengampuni dosa-dosa semuanya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni kalian.” (HR. Muslim, Al Baihaqi dan Al Hakim)

2]. “Hai anak adam, selama kalian berdoa dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikan ampunan kepada kalian atas semua dosa yang kalian lakukan danpa Kupedulikan. Hai anak adam, seandainya dosa-dosamu mencapai ketinggian langit, kemudian kalian memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni semua dosa yang telah kalian lakukan tanpa Kupedulikan. Hai anak adam, seandainya kalian datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa sepenuh bumi, kemudian kalian datang kepada-Ku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatupun, niscaya Aku akan datang dengan membawa ampunan sepenuh bumi.” (HR. At-Tirmidzi)

3]. Dalam kitab shahihain disebutkan bahwa dahulu pernah ada seorang lelaki yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri karena banyak melakukan dosa-dosa. Setelah tanda-tanda kematian datang menjemputnya, ia berpesan kepada anak-anaknya:”Jika aku meninggal dunia, kumpulkanlah kayu bakar buat diriku, kemudian bakarlah mayatku dan tumbuklah abuku hingga lembut, lalu taburkanlah ia bersama dengan angin. Sesungguhnya lelaki ini mengira bahwa dengan perbuatannya itu Allah Subhana Wa Ta’ala tidak akan dapat menghidupkannya kembali untuk menanyai dosa-dosa yang telah dilakukannya, padahal Allah Subhana Wa Ta’ala telah berfirman dalam kitabnya : ” Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata :”Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?, katakanlah :”Ia akan dihidupkan oleh Rabb yang menciptakannya kali yang pertama dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluq.” (QS. Yaasin : 78-79).

Setelah lelaki itu wafat, anak-anaknya menunaikan wasiatnya. Selanjutnya, Allah Subhana Wa Ta’ala menanyainya : “Hai hamba-Ku apakah yang mendorongmu melakukan hal tersebut?” Ia menjawab :”Wahai Tuhanku aku takut kepadaMu dan khawatir dengan dosa-dosaku yang banyak.” Allah Subhana Wa Ta’ala berfirman :”Hai para malaikat-Ku, saksikanlah oleh kalian bahwa sesungguhnya Aku memberikan ampunan baginya dan memasukkannya ke dalam Syurga.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla;
أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِى أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ

“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”(HR. Muslim).

An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.

An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.”[Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/75]

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s