Stop Beli Barang Tidak Perlu

Bulan Januari kemarin saya berusaha keras untuk menahan shopping barang yang tidak perlu. Sempat terbesit pertengahan bulan untuk beli blender, karena saya ingin membuat jus wortel. Saya sudah melakukan riset blender yang jadi pilihan yakni merek Miyako. Harga relatif terjangkau, tidak sampai 500rb. Setelah menemukan seller yang cocok, saya langsung bookmark lapaknya.

Keesokan harinya, ketika ingin beli, saya teringat dengan tekad saya untuk stop beli barang tidak begitu perlu (baca:Terjangkit Virus Shopaholic?). Saya sempat ragu apakah keinginan beli blender benar-benar saya butuhkan. Apakah tidak bisa makan buah tanpa di blender. Bukankan makan buah itu lebih bagus dari pada buah di jus. Karena melalui proses pencampuran enzim di mulut.

Akhirnya saya pending keinginan beli blender sampai 3 hari. Kalau setelah 3 hari masih ingin beli, berarti memang saya harus beli. Tapi, ternyata setelah 3 hasrat untuk beli yang sempat menggebu telah sirna. Saya merasa tidak perlu beli blender. Lebih baik beli buah langsung dan di makan secara normal. Ternyata keinginan beli blender termasuk impulse buying.

***

Di awal bulan Februari, saya rekap semua neraca keuangan saya. Dan diluar dugaan untuk bulan Januari kemarin, masih ada uang sisa 450rb. Alhamdulillah. Ternyata yang bikin cashflow sering tekor selama ini adalah impulse buying.

Moral story: Stop beli barang tidak perlu. Gunakan jeda beberapa hari untuk menghindari impulse purchase.

Advertisements

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s