Terjangkit Virus Shopaholic?

Kalau mencermati barang yang saya beli akhir-akhir ini, kok saya merasa ada yang salah. Ada beberapa barang yang memang saya butuhkan, tapi banyak juga barang yang tidak begitu perlu tapi ikut terbeli. Lha kok bisa? Emang belinya tidak sadar? bukan.. bukan begitu. Ketika melihat-lihat di ebay, saya sering menemukan barang unik yang saya anggap perlu (saat itu). Lalu saya tambahkan ke dalam watchlist. Nah, ketika ada dana lebih barang di watchlist sering saya teruskan levelnya jadi “BUY”.

online shoppingSaat ini ada beberapa barang dari ebay yang tidak terpakai. Hanya menumpuk di kotak lemari. Misal: lampu belakang untuk sepeda. Sampai sekarang belum pernah terpasang di sepeda. Mungkin barang itu cocok bagi orang yang suka keluar malam dengan sepeda, biar lebih aman. Tapi, saya sebaliknya, tidak suka keluar malam pakai sepeda. Tapi, mengapa saya beli juga??

Contoh kedua, saya beli screed protector untuk galaxy note 8. Sampe sekarang barang masih terbungkus rapi. Saya tidak jadi pakai screen protektor untuk tablet. Karena layar Note 8 saya anggap kuat dan lebih nyaman tanpa protector.

Contoh lain, Saya beli tas kantong dari karung goni (offline shopping). Ada temen yang nawarin katalog baju tas dari so*** mart**. Sejak awal tidak minat beli, tapi berhubung gak enak sama temen. Saya bawa aja dulu katalognya. Waktu lihat-lihat isinya, kok ada yang menarik. “Tas serba guna” yang bisa di lipat seperti dompet. Cocok buat tas yang bisa disimpan di bawah jok motor, pikir saya. Jadi beli deh tas tersebut. Namun, sampai sekarang tas masih tergeletak di meja. Berhubung terbuat dari karung goni, maka tasnya cepat banget ‘menyerap’ debu. Jadi dekil.

Kalau dari contoh di atas, apakah saya terjangkit virus shopaholic? beli barang yang sejatinya tidak begitu perlu? Atau kah saya sudah jadi korban iklan? Kayaknya hal ini tidak bisa di biarkan. Saya harus berusaha untuk lebih bijak dalam membeli. Harus lebih tegas untuk puasa beli barang tidak perlu. Mungkin saya harus belajar “30 Days Rule before Spending

Advertisements

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s