Kebahagian dan Hati

danau yang indah

Kebahagiaan sejati itu berasal dari dalam hati kita. Bukan karena faktor eksternal seperti dapat hadiah, uang banyak, anak cerdas dan lainnya. Hati itu ibarat danau, jika danau itu dangkal maka air di permukaan nya mudah keruh jika ada benda luar yang masuk ke dasar danau. Namun, jika danau itu dalam, maka benda yang masuk tidak akan mampu membuat keruh permukaan airnya. Demikian juga dengan hati manusia, kalau hati kita dangkal maka hati akan mudah ‘keruh’ dalam bentuk kegalauan atau kesedihan tatkala peristiwa buruk menimpa kita. Kalau hati kita dalam, peristiwa baik atau tragis akan kita response sewajarnya dan kembali seperti semula.

Untuk memperoleh hidup bahagia dan tenang tidak peduli peristiwa apapun yang menimpa kita, diperlukan latihan sabar dan ikhlas yang berulang-ulang. Mulailah dengan hal-hal kecil, seperti mengikhlaskan dompet yang hilang, sabar dengan kenakalan anak, sabar dengan omongan negatif dari orang lain. Kalau kita bisa sabar dengan hal-hal kecil ini maka lambat laun hati kita akan menjadi danau yang dalam seperti ilustrasi di atas.

Apakah kita tidak boleh sedih atau senang dengan peristiwa yang menimpa kita? Boleh dan itu manusiawi. Tapi bereaksilah sewajarnya, jangan berlebihan. Apalagi sampai memendam dalam hati. Relakanlah, bahwa hidup memang begitu adanya. Ada senang ada sedih. Kembalikanlah semuanya pada Allah, bukankah semuanya sudah ada takdirnya.

Baca juga:
Bahagia itu Sederhana
Quote : Kebahagian Hidup
Hidup, Uang, Bahagia?

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s