11 Cara Mengatasi Depresi dan Stress

Gaya hidup, konflik personal, hingga tuntutan kebutuhan hidup sering kali menjadi sumber masalah yang membuat stres. Stres yang kronis akan berujung pada depresi jika emosi ini tidak ditangani dengan tepat. Kalau Anda tidak ingin berlarut-larut mengalami depresi, berikut ini beberapa tips yang bisa membantu mengakhiri derita akibat stress dan depresi:

wanita stress di kantor

1. Perlahan tapi pasti
Lakukan perubahan kecil, namun bertahap dan berkelanjutan, untuk mengatasi masalah. Tentu saja ada tujuan yang ingin Anda capai. Menyelesaikan masalah satu per satu, menyadari emosi Anda, dan berusaha mengatasinya.

2. Istirahat cukup, olahraga, dan makan sehat
Koneksi pikiran dan tubuh sangat kuat, melebihi dari yang bisa Anda bayangkan. Karenanya beri hak tubuh Anda untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Lakukan olahraga rutin untuk menjaga stamina dan menjaga asupan nutrisi yang baik sesuai kebutuhan tubuh Anda. Mayo Clinic menyebutkan, jika Anda memperlakukan tubuh dengan tepat, akan ada perubahan positif pada mental Anda.

3. Ekspresikan emosi
Utarakan emosi Anda, saat Anda merasa tertekan, kelelahan secara emosi, sedih, tak ada harapan, merasa bersalah, malu dan depresi. Penting bagi Anda untuk menerima semua emosi ini saat mereka datang. Lalu cobalah berbagi cerita dan perasaan kepada teman, kekasih, atau orang terdekat kepercayaan Anda. Jika Anda tidak memiliki tempat curhat, usahakan menulis perasaan Anda melalui buku harian atau blog.

4. Pilih kegiatan positif, atau berteman dengan energi positif
Melakukan kegiatan positif memberikan pengalaman berbeda dari kondisi mental Anda. Meskipun seringkali situasi penuh tekanan tidak bisa dihindari, namun bergaul bersama teman dengan energi positif bisa membantu Anda mengatasi emosi. Setidaknya Anda bisa menikmati waktu bersosialisasi untuk mengalihkan stres dan depresi sementara waktu.

5. Bersyukur
Bersyukur merupakan cara ampuh untuk menghindari stress. Agar bisa beryukur tipsnya mudah, yakni jangan lihat ke atas tapi lihat lah ke bawah. Jangan lihat orang lain dengan kondisi ekonomi, prestasi, karir di atas kita. Hal ini akan membuat kita semakin iri dan ujungnya membuat gelisah dan stress. Tapi lihat lah saudara kita yang masih ‘dibawah’ kita taraf hidupnya. Niscaya, kita akan senantiasa bersyukur atas nikmat yang kita peroleh.

6. Tinggalkan rutinitas
Meskipun Anda harus menjalani beberapa rutinitas yang wajib hukumnya, untuk sementara waktu tinggalkan dulu aktivitas yang tidak terlalu penting. Atau, kegiatan yang sebenarnya membosankan atau sama sekali tidak menyenangkan untuk Anda. Kembalilah kepada rutinitas Anda saat perasaan sudah mulai membaik.

7. Lakukan meditasi
Cobalah mempelajari dan mempraktekkan teknik meditasi, pernafasan dalam, relaksasi otot, atau teknik visual yang memberi sensasi ketenangan. American Academy of Family Physicians merekomendasikan aktivitas yang bisa membantu Anda mengatasi stres dan depresi ini.

8. Membaca buku
Mulailah hunting buku bacaan yang berisi strategi atau motivasi mengenai mengatasi emosi, stres, dan depresi. Penjabaran dari pakar atau orang yang berpengalaman sama, bisa membantu Anda mencari referensi tepat untuk diri sendiri.

9. Minta bantuan (Curhat)
Cobalah terbuka kepada orang terdekat Anda. Meminta bantuan kepada keluarga atau teman bisa mengurangi beban, dan membuat Anda lebih mudah mengatasi emosi negatif dalam diri.

10. Terapi
Untuk memilih terapi dan konseling untuk mengatasi masalah perlu melihat kebutuhan Anda lebih dulu. Terapi perilaku kognitif tepat bagi Anda yang membutuhkan konseling dalam menentukan tujuan dan mengubah perilaku. Sedangkan psikoterapi membantu Anda menganalisa pola perilaku dan membongkar akar masalah dari emosi negatif.

11. Cari obat yang tepat
Bantuan obat antidepresi bisa jadi lebih membantu daripada terapi. Semua kembali kepada kebutuhan Anda. Namun Anda juga harus memiliki referensi yang tepat untuk memilih obat yang cocok. Tapi penggunaan obat adalah alternatif terakhir kalau cara diatas tidak mempan. Karena penggunaan obat antidepresi secara terus menerus tidak baik untuk kesehatan dalam jangka panjang.

sumber: LiveStrong dengan sedikit perubahan

Advertisements

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s