Berjalan di Jalan Buntu

FAILED

Hari itu aku merasakan kebingungan yang luar biasa. Ingin ‘bergerak’ tapi tidak tahu bagaimana caranya. Sementara orang disekitar bergerak maju. Aku hanya diam tak berdaya. Aku sadar kalau hidup itu terus berjalan. Namun, kondisi saat itu begitu menghimpit sehingga hanya air mata saja yang bisa berbicara. Aku mulai merasa tinggal di tempat yang semakin asing. Aku seperti terlempar dari kehidupan. Saat itulah aku merasakan apa yang dirasakan orang-orang yang mengalami depresi. Hopeless, Useless, and Confuse. It’s Bad.

Ingin rasanya aku berteriak. Ingin rasanya aku berlari. Ingin rasanya aku menahan waktu yang terus melaju. Tapi aku tak sanggup. Aku hanya bisa diam menyaksikan semua berlalu dengan cepat. Aku hidup diantara pilihan-pilihan sulit. Aku berdiri di depan persimpangan jalan hidupku. Ingin rasanya diri ini tidak memilih, tapi hidup adalah pilihan. Dan aku harus membuat pilihan sulit. I just not ready yet.

Satu persatu teman pergi untuk mengejar mimpi indah mereka. Sementara aku hanya diam membisu membawa mimpi yang terkoyak. Mimpi yang pernah menjadi harapan indah. Mimpi seorang anak manusia yang berusaha untuk mendapatkan kehidupan yang lebih hidup. Tanpa sadar, aku terlalu lama diam membisu. 5 tahun sudah berlalu. Dunia telah berubah. Waktu telah lama berlalu. Sementara diri ini masih berjalan di jalan buntu.

I’m getting tired and I need somewhere to begin…

Advertisements