Jangan Menumpuk Tapi Manfaatkanlah

Mengapat kita tidak bahagia? Kenapa kita tidak maju-maju, tapi hanya lari ditempat? Kenapa kita merasa stagnant? jawabannya adalah karena “terlalu banyak menumpuk“. Setiap manusia memiliki ‘kapasitas’ dalam menampung entah itu kekuasaan, ilmu ataupun harta (saya hanya membahas dua hal terakhir saja). Ketika wadah itu sudah penuh, seharusnya kita mulai mengalirkan sebagian isinya kalau kita ingin menerima ilmu baru. Mengalirkan dalam ilmu berarti kita harus memanfaatkan ilmu yang kita peroleh untuk kebaikan. Tidak perlu kita mikir yang tinggi-tinggi. Tidak perlu kita menemukan barang hi-tech. Namun kita bisa coba untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Misal, kalau kita punya skill lebih di bidang pertukangan/mekanik. Mengapa kita tidak coba memperbaiki barang dirumah yang mungkin rusak, sepeda misalnya. Atau bisa juga kita menggunakan kemampuan analisis kita untuk membuat usaha dagang ortu jadi lebih maju. Ingatlah kawan, ilmu itu tidak perlu banyak yang penting bermanfaat.

Demikian juga hal nya dengan harta, semakin banyak menumpuk dan kurang mengeluarkannya, maka perputaran harta kita akan semakin sempit dan stagnant. Mungkin secara nominal kita punya harta banyak karena menumpuk setiap bulan. Namun, harta kita akan tetap segitu-gitunya. Tidak memberikan manfaat lebih. Setelah kita keluarkan untuk kebutuhan pribadi dan menabung secukupnya, alangkah baiknya kalau kita sedekahkan ‘kelebihan’ harta tersebut untuk orang lain. Disamping memberikan manfaat untuk sesama juga akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kita.

Advertisements

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s