Manusia Itu Selalu Kurang

Kalau ada yang bilang bahwa sifat dasar manusia itu selalu kurang puas emang ada benernya. Ada seorang temen yang cerita kalau akhir-akhir ini dia selalu gelisah dan ada yang kurang. Ia bilang, dulu waktu belum dapat kerja dia berkatanya, pasti menyenangkan dan membahagiakan kalau bisa dapat kerja segera. Ketika permintaanya terkabulkan. Dia mengeluh, kok gajinya pas-pas an ya. Coba kalau lebih gedhe dikit, pasti kebutuhan hidup bisa tercukupi. Dan diapun dapat kenaikan gajinya 2x lipat dari sebelumnya. Ia pun masih bingung, apa gaji segini cukup ya kalau buat hidup berkeluarga dan menyekolahkan anak? pingin punya cita-cita jadi orang kaya. Pasti menyenangkan, karena tidak perlu khawatir dengan semua urusan.

Kawan, jadi orang kaya itu baik. Punya banyak harta itu juga baik. Tapi, kita harus bisa membedakan antara kaya semu dan kaya sesungguhnya. Kalau tujuanmu kaya (yang semu) niscaya emas segede gunung dan intan seluas lautan tidak akan bisa membuatmu merasa cukup. Karena ‘kaya semu’ itu hanyalah nafsu belaka. Ia tidak akan berhenti selama manusia hidup.

Tapi, kalau kau ingin kaya yang sesungguhnya maka kuncinya hanyalah satu. Bersyukur. Ya, bersyukur atas segala nikmat lah (termasuk rizki) yang membuat kita kaya. Dengan bersyukur harta yang nampaknya sedikit bisa jadi harta yang berlimpah. Bersykur itu tidak mudah, kawan. Tapi bukanlah hal tidak mungkin. Belajar dan istiqomah kunci menjadi orang yang pandai bersyukur

Advertisements

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s