Apakah Kita Dalam Kebaikan?

Cita-cita yang agung dan mulia adalah menjadi orang baik, bukan orang penting. Jalan menuju kebaikan itu tidak mudah, selalu ada aral-melintangnya. Tapi, tidak ada yang mungkin kalau kita mau berusaha bersungguh-sungguh dan pantang menyerah. Untuk menjadi orang baik, kita harus sekuat tenaga mengupayakan berjalan dalam rel kebaikan. Kalau kita keluar dari jalur, maka kita tidak akan pernah sampai ke tujuan, yakni menjadi orang baik.

Ada cara mudah untuk mengetahui apakah kita sedang berada dalam jalur kebaikan ataukah sudah keluar dari rel kebaikan, yakni dengan bertanya pada hati kita. Apakah saat ini kita sedang bahagia atau tidak? jika hati kita bahagia dan damai, berarti kita sedang dalam jalur kebaikan. Pertahankanlah. Namun, jika hati kita gelisah, maka kita sudah keluar dari jalan kebaikan. Dan kita harus berusaha secepatnya kembali ke rel kebaikan.

Biar nggak bingung, saya kasih contoh sederhana. Ketika kita sedang sholat malam, hati akan terasa damai. Ketika kita menolong orang lain, hati kita menjadi bahagia karena bisa meringankan beban orang lain. Saat-saat itulah, kita berada dalam jalur yang benar yaitu jalan kebaikan. Tetapi, coba perhatikan, ketika kita berbuat dosa atau kesalahan seperti mencuri atau berbohong, hati kecil kita pasti akan merasa gelisah dan tidak tenang setelah melakukan perbuatan itu. Si Hati seoalah-olah ngomong ke kita kalau kita udah keluar dari jalur yang seharusnya.

Trus bagaimana kalau kita tidak merasakan gelisah atau takut ketika kita berbuat kesalahan? itu berarti Hati kita telah mati. Kita telah melenceng terlalu jauh dari jalur baik, sehingga sulit untuk SEGERA kembali ke jalur. Seperti pepatah, better late than never, kita masih punya kesempatan untuk balik lagi ke jalur yang benar, selama ruh masih ada dalam tubuh. Cara satu-satunya adalah bertaubat.

Bagaimana biar hati tidak mati?
Banyak berdzikir, banyak mendengarkan dakwah, makan makanan halal, dan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa.

semoga bermanfaat.

Advertisements

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s