Idealis dan Realistis

Ketika kita masih sekolah, kita selalu dihadapkan dan ditanamkan hal-hal yang idealis. Semua harus sempurnya, harus sesuai dengan kaidah dll. Tapi, ketika keluar dari dunia sekolah. Kita akan menemukan bahwa kenyataan hidup tidak selalu sesuai dengan idealisme yang kita terima waktu sekolah.

Contoh real, misal saja, tes kerja itu harus murni. Harus melalui seleksi, interview dll. Tapi, masih saja ada sebagian orang yang memilih jalan pentas dengan menggunakan uang. It’s reality in our life. Bahkan tak jarang orang yang capable “dipaksa” menyingkir karena kalah dengan uang.

What should we do?

Well, Idealis boleh tapi kalau keadaan memaksa kita tidak bisa menggunakan idealisme kita, maka mau nggak mau kita harus BERUSAHA mencari jalan positif yang mendekati seidelisme kita. Kayak orang mau ke surabya, tapi kalau KA dah penuh, ya bisa naik bis atau dokar. kan sama2 sampai ke surabaya. 😉

Advertisements

One thought on “Idealis dan Realistis

  1. Pingback: It’s time for me to prove it « Auwoo Uwo

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s